Aku telah berusaha melupakan, tetapi semakin dilupakan semakin tidak bisa. Lalu mencoba menerimanya saja, membiarkanmu ada di sini. Tanpa sadar aku telah membuka hatiku. Tetapi belakangan ini rasanya takdir begitu kejam menggodaku. Kepergianmu membuatku sesak, tapi sungguh bukan salahmu. Membuat resah sepanjang malam setiap hari. Aku tak ingin kehilangan seseorang, tapi bukan milikku. Tadinya aku mengira menuju tempat paling indah tetapi entah sejak kapan menjadi tempat yang menakutkan. Apakah sama jadinya jika aku yang pergi? Bertanya-tanya pada diri sendri, mempersiapkan diri, menguatkan hati jika perasaan itu tumbuh, aku sudah harus tahu cara mengatasinya agar aku tidak terluka oleh perasaanku sendiri. Pikiranku pun berbicara pada perasaan ini... bahwa jika aku untukmu... pastilah engkau akan kembali untukku kan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar